Rabu, 10 Februari 2016

Manusiawi



Bismillahirrahmanirrahim

Tidak ada yang lebih mempedulikanmu daripada Tuhanmu sendiri. Kau tahu hal itu secara pasti. Kau bahkan sangat meyakini-Nya. Tapi kenapa kau bisa sangat angkuh meninggalkan Tuhanmu ketika kau sedang berbahagia? Kenapa kau baru menyadari bahwa ada yang salah dari sikap dan cara hidupmu selama ini, setelah Tuhan mencoba meraihmu dengan kesedihan?

Manusiawi.

Benar. Kau sangat manusiawi jika waktu bahagiamu telah melenakanmu sesaat dari Tuhan dan tersadar ketika semua telah menjadi pilu. Bahkan abu.

Sekarang, yang harus kau lakukan adalah terus memperbaiki diri. Kau sudah sangat rusak dan patah. Bahkan hancur. Kau harus mulai mendekat lagi kepada Dia. Kau harus meraih-Nya, jangan menunggu-Nya untuk meraihmu. Karena, selagi nafas masih bisa kau rasa, kau masih memiliki kesempatan untuk bertaubat. Kau masih punya kewajiban untuk dijalankan.

Jangan takut. Jangan Mundur.

Karena Dia, Allah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang...


9 komentar

  1. Sudah sangat rusak dan patah??
    Semoga bukan perbuatan yang dilarang Tuhanmu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semua perbuatan yang menimbulkan dosa, adalah perbuatan yang dilarang Tuhan. Kalau tidak dilarang, berarti bukan dosa. Sesimple itu.

      Kamu sepertinya menganggap tulisan saya terlalu jauh. Tapi, terima kasih sudah mampir.

      Hapus
    2. Maaf, seburuk apapun kamu merasa dengan keadaanmu tidak lebih berat dari kemampuanmu utk menghadapinya. Syukurilah

      Hapus
  2. Ketahuilah apapun perbuatanmu hingga dirimu merasa sudah sangat rusak dan patah bahkan hancur adalah cara Tuhan untuk kamu kembali mengingatNya dari kelenaan, hingga kamu tersadar dan kembali padaNya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maaf. Poinnya apa ya? Karena kamu hanya mengulangi kata-kata saya dan membaliknya saja.

      Hapus
    2. Apa harus patah kemudian terbakar menjadi abu dulu kemudian kita kembali mengadu dan berkeluh kesah padaNya meratapi duka karena lupa padaNya. Memang benar segala sesuatu terjadi karena kehendakNya tapi ingatlah apapun yg terjadi terhadap diri kita adalah pilihan kita sendiri. Poinnya adalah seyogyanya kita sebagai hambaNya segala sesuatu apapun kondisinya harus selalu dilandasi karena cinta kita padaNya

      Hapus
    3. Saya tidak akan memperdebatkan apapun. Terima kasih sudah mampir.

      Hapus
  3. Hi girl sholihah, salam kenal.

    Sejatinya, hidup adalah aliran ujian.
    Diberi kebahagian muara yang paling atas adalah syukur, jika tak berhenti dititik itu ada sombong yang siap mengalir memekar dalam diri kita.

    Dikaruniai kesedihan muara terendahnya adalah sabar. Jika tak terbingkai oleh sabar, maka putus asa yang akan terus menggelayuti hati kita.

    Tidak ada daun yang jatuh tanpa izinnya. Dan tak ada satu hal suka maupun duka yang singgah dalam hari kita kecuali tanpa izinNya. Maka jadikan tawakal sebagai satu satunya sandaran. Allah knows the best for us.

    Fighting.

    BalasHapus

© Rizka D. Widy
Maira Gall