Bismillahirrahmanirrahim
Tidak ada yang lebih mempedulikanmu daripada Tuhanmu sendiri.
Kau tahu hal itu secara pasti. Kau bahkan sangat meyakini-Nya. Tapi kenapa kau
bisa sangat angkuh meninggalkan Tuhanmu ketika kau sedang berbahagia? Kenapa
kau baru menyadari bahwa ada yang salah dari sikap dan cara hidupmu selama ini,
setelah Tuhan mencoba meraihmu dengan kesedihan?
Manusiawi.
Benar. Kau sangat manusiawi jika waktu bahagiamu telah
melenakanmu sesaat dari Tuhan dan tersadar ketika semua telah menjadi pilu.
Bahkan abu.
Sekarang, yang harus kau lakukan adalah terus memperbaiki
diri. Kau sudah sangat rusak dan patah. Bahkan hancur. Kau harus mulai mendekat
lagi kepada Dia. Kau harus meraih-Nya, jangan menunggu-Nya untuk meraihmu.
Karena, selagi nafas masih bisa kau rasa, kau masih memiliki kesempatan untuk
bertaubat. Kau masih punya kewajiban untuk dijalankan.
Jangan takut. Jangan Mundur.
Karena Dia, Allah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang...
Jangan takut. Jangan Mundur.
Karena Dia, Allah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang...
Sudah sangat rusak dan patah??
BalasHapusSemoga bukan perbuatan yang dilarang Tuhanmu
Semua perbuatan yang menimbulkan dosa, adalah perbuatan yang dilarang Tuhan. Kalau tidak dilarang, berarti bukan dosa. Sesimple itu.
HapusKamu sepertinya menganggap tulisan saya terlalu jauh. Tapi, terima kasih sudah mampir.
Maaf, seburuk apapun kamu merasa dengan keadaanmu tidak lebih berat dari kemampuanmu utk menghadapinya. Syukurilah
HapusTerima kasih sudah mampir.
HapusKetahuilah apapun perbuatanmu hingga dirimu merasa sudah sangat rusak dan patah bahkan hancur adalah cara Tuhan untuk kamu kembali mengingatNya dari kelenaan, hingga kamu tersadar dan kembali padaNya
BalasHapusMaaf. Poinnya apa ya? Karena kamu hanya mengulangi kata-kata saya dan membaliknya saja.
HapusApa harus patah kemudian terbakar menjadi abu dulu kemudian kita kembali mengadu dan berkeluh kesah padaNya meratapi duka karena lupa padaNya. Memang benar segala sesuatu terjadi karena kehendakNya tapi ingatlah apapun yg terjadi terhadap diri kita adalah pilihan kita sendiri. Poinnya adalah seyogyanya kita sebagai hambaNya segala sesuatu apapun kondisinya harus selalu dilandasi karena cinta kita padaNya
HapusSaya tidak akan memperdebatkan apapun. Terima kasih sudah mampir.
HapusHi girl sholihah, salam kenal.
BalasHapusSejatinya, hidup adalah aliran ujian.
Diberi kebahagian muara yang paling atas adalah syukur, jika tak berhenti dititik itu ada sombong yang siap mengalir memekar dalam diri kita.
Dikaruniai kesedihan muara terendahnya adalah sabar. Jika tak terbingkai oleh sabar, maka putus asa yang akan terus menggelayuti hati kita.
Tidak ada daun yang jatuh tanpa izinnya. Dan tak ada satu hal suka maupun duka yang singgah dalam hari kita kecuali tanpa izinNya. Maka jadikan tawakal sebagai satu satunya sandaran. Allah knows the best for us.
Fighting.